Selain berfungsi untuk keamanan, pagar ternyata juga turut menambah keindahan dan kecantikan lingkungan. Karena itu pula kini pagar rumah yang umumnya terbuat dari besi dan stainless steel (plat atau bulat) didesain sedemikian indah sesuai selera pemesannya agar rumah dan pekarangan terkesan lapang dan  mewah.

Karena mengikuti tren dan selera pemesannya, maka harganya pun relatif lebih mahal. Namun, bagi sebagian besar konsumen, harga tidak menjadi masalah, yang penting bahwa desain atau model sesuai dengan yang diinginan serta dipasang dengan rapi. ”Memang kerapian menjadi kunci dari pembuatan pagar besi ini, karena akan mempengaruhi keindahan dari  desain pagar itu sendiri,” ujar M Talkia, pengusaha pembuat pagar besi di Kalimalang, Pondok Bambu, Jaktim.

Menurut dia, perkembangan properti baik cat maupun desain (arsitektur) rumah juga turut mempengaruhi model pagar rumah. Karena itu, jika diamati perkembangan properti secara keseluruhan,  model pagar juga mengikuti tren desain rumah itu sendiri. ”Saat ini pagar yang sedang ngetren dan banyak digemari konsumen adalah jenis pagar tempa. Keistimewaan pagar jenis  ini memiliki corak dan bentuk yang lebih bervariasi,” papar Talkia, pemilik usaha Liha Jaya ini.

Pada umumnya ada tiga jenis pagar rumah, yaitu pagar tempa, pagar biasa,  dan stainless steel. Pagar tempa adalah pagar besi yang bahan dasarnya sudah ditempa dari besi polos menjadi besi plintir (putar) dengan corak yang beraneka ragam,  seperti corak nanas dan spiral. Model pagar tempa ini memiliki keunggulan tersendiri, yakni coraknya lebih indah dan artistik dibandingkan pagar biasa.

Modelnya juga lebih variatif, selain corak nanas dan spiral, bentuk kembang dan tombak  yang dicat dengan warna kuning emas, juga banyak disukai konsumen. ”Harganya  memang lebih mahal dibandingkan pagar biasa. Jenis ini biasa digunakan untuk rumah-rumah yang bagus dan besar serta mewah.”

Sementara, pagar biasa modelnya polos dan tidak banyak variasinya. Model dan coraknya amat tergantung dengan bahan dasarnya yang terbuat dari besi-besi polos, seperti pipa, plat,  kanal (kanal C dan kanal H) dan siku. Karena modelnya biasa-biasa saja, maka harganya pun lebih murah, dibandingan pagar tempat,” kata Talkia.

Pagar jenis ini umumnya digunakan untuk rumah biasa atau minimalis. Kekuatannya tak jauh berbeda dengan jenis pagar tempa, yang penting adalah bagaimana perawatannya. Disebutkan, salah satu cara agar pagar rumah tetap kuat dan tidak berkarat adalah  mengecatnya dengan cat minyak yang berkualitas.

Jenis pagar yang ketiga adalah stainless steel. Pagar jenis ini bahan dasarnya terbuat dari baja dengan warna perak (silver). Keunggulan pagar jenis ini adalah ringan dan tahan karat sehingga tidak dicat pun pagar sudah tampak bagus dan antikarat. Namun pagar jenis ini lebih mahal harganya dibanding kedua jenis pagar tadi. Sebab pembuatanya menggunakan kawat, grinda khusus, dan ngelasnya pun dengan cara yang khusus pula. Pagar jenis ini jarang sekali digunakan untuk tipe rumah biasa dan minimalis.

Sumber: republika.co.id